You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sambiroto
Desa Sambiroto

Kec. Padas, Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA SAMBIROTO KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR

Diskominfo Statistik dan Persandian Ngawi Gelar Bimtek KIM sebagai Media Jurnalisme Masyarakat

Administrator 26 September 2024 Dibaca 522 Kali
Diskominfo Statistik dan Persandian Ngawi Gelar Bimtek KIM sebagai Media Jurnalisme Masyarakat

SAMBIROTO-NGAWI.DESA.ID- Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi menggelar bimbingan teknis bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) pada Kamis (26/09/2024) di Kurnia Convention Hall, Jl. Ir. Soekarno, Ringroad Barat - Ngawi.

Merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2024 Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) adalah kelompok masyarakat yang melakukan pengelolaan dan diseminasi informasi dalam rangka peningkatan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan kreatif.

KIM berkedudukan di kelurahan atau desa yang dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat. Peraturan ini mensyaratkan bahwa KIM seharusnya terdaftar pada dinas di tingkat kabupaten/kota.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi, Wahyu Sri Kuncoro, A.P saat membuka bimtek. Dengan terbitnya Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024, KIM yang sebelumnya merupakan Kelompok Informasi Masyarakat kini berevolusi dan menyandang nama resmi menjadi sebuah Komunitas Informasi Masyarakat. "Dengan peraturan baru ini memungkinkan jaringan dan jangkauan pegiat KIM menjadi lebih luas," jelas Wahyu.

Sementara, Fetty Kurniawati yang hadir sebagai narasumber menekankan bagaimana cara membangun rekam jejak positif di ruang digital. Menurutnya kapasitas ini sangat penting untuk dikuasai oleh pegiat KIM.

Perempuan yang juga Ketua Relawan TIK Kabupaten Ngawi ini memaparkan bahwa setiap harinya kita selalu bersinggungan dengan dunia digital, bahkan hampir tidak terpisahkan. "Apa sih yang tidak terdigitalisasi pada saat ini? Semua serba digital. Bahkan mulai dari kita bangun tidur cek WA story dan lain-lain," ungkapnya.

Ia menambahkan, teknologi yang semakin canggih dapat membaca dan memetakan kebiasaan kita hanya dengan membaca jejak yang kita tinggalkan. Mulai dari hal sederhana seperti penggunaan peta digital seperti Waze dan Google Maps, pola kita sehari-hari menjadi mudah untuk dipelajari oleh pihak lain. Kemudahan teknologi pun ternyata memiliki sisi yang perlu kita waspadai, yakni jejak-jejak kita di dunia maya.

Ketika memasuki dunia digital melalui platform apapun, baik facebook, ig, youtube, twitter bahkan website sekalipun, banyak yang tidak kita sadari telah mengekspos data-data pribadi yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik. Begitu juga dengan maraknya penyebaran informasi palsu atau hoax tanpa kita cek and recek kebenaran sumber informasinya.

Menurutnya langkah yang tepat adalah santun, bijak dan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memasuki dunia digital."Kuncinya, tinggalkan rekam jejak yang positif saja," tutupnya.

Baca juga:

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 2.424.923.000,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 2.432.281.900,00
0%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp -8.573.317,00
0%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 625.590.000,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 1.169.457.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 45.000.000,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 584.876.000,00
0%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 1.166.849.900,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 785.705.000,00
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 87.523.000,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 Rp 274.004.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 118.200.000,00
0%